ANALISIS WACANA KRITIS MODEL TEUN A. VAN DIJK TERHADAP PEMBERITAAN PENGHAPUSAN SISTEM ZONASI OLEH NADIM MAKARIM DI PORTAL BERITA METROTVNEWS.COM
DOI:
https://doi.org/10.35706/judika.v14i1.13185Abstract
Penghapusan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi isu yang memicu perdebatan publik karena berkaitan dengan pemerataan akses dan keadilan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial dalam pemberitaan daring mengenai wacana penghapusan zonasi oleh Menteri Pendidikan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi, simak, dan catat. Bahan analisis berupa satu artikel berita MetroTVNews.com berjudul “Sistem zonasi penerimaan siswa baru resmi dihapus, ini penjelasannya” yang ditulis oleh M. Rodhi Aulia dan terbit pada 30 Januari 2025. Artikel tersebut diakses pada 12 Juli 2025. Analisis dilakukan menggunakan model Teun A. van Dijk yang mencakup struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media membingkai kebijakan secara positif melalui penekanan pada narasi keadilan dan pemerataan, sekaligus mengaburkan atau menghilangkan suara-suara kritis dari pemangku kepentingan lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konstruksi wacana media tidak netral dan cenderung mengarahkan persepsi publik untuk mendukung kebijakan pemerintah. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi media agar masyarakat mampu menafsirkan informasi secara kritis, terutama terkait isu kebijakan pendidikan.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The copyright of this article is held by the JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA). All rights are reserved. No part of this article may be reproduced, distributed, or transmitted in any form or by any means without prior written permission from the JUDIKA Journal, except as permitted under applicable copyright laws.



