Hubungan Persepsi Penggunaan Alat Peraga Jam dan Hasil Belajar Sudut Peserta Didik SMP Berdasarkan Taksonomi SOLO

Authors

  • Nazhwaa Oktavionan Cinta Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Dadang Rahman Munandar Universitas Singaperbangsa Karawang

Keywords:

Alat Peraga Jam, Hasil Belajar Sudut, Taksonomi SOLO

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menguji hubungan antara penggunaan alat peraga jam dengan hasil belajar materi sudut pada peserta didik SMP berdasarkan Taksonomi SOLO. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional karena tidak ada perlakuan khusus pada variabel yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini  merupakan seluruh peserta didik di salah satu SMP di Kabupaten Karawang. Adapun pengambilan sampelnya menggunakan teknik purposive sampling, dan akhirnya diperoleh sampel berjumlah 40 peserta didik kelas IX. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan alat peraga jam yang diukur melalui angket persepsi berskala Likert empat tingkat, sedangkan variabel terikatnya yaitu hasil belajar sudut yang dinilai menggunakan rubrik Taksonomi SOLO. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,513 dengan signifikansi 0,001, yang berarti terdapat hubungan positif yang sedang dan signifikan antara penggunaan alat peraga jam dan hasil belajar sudut peserta didik. Artinya, semakin baik penggunaan alat peraga jam dalam pembelajaran, maka cenderung semakin baik pula hasil belajar yang dicapai peserta didik dalam materi sudut, walaupun kontribusi variabel lain juga signifikan. Selain itu, berdasarkan hasil analisis Taksonomi SOLO, sebagian besar peserta didik berada pada level multi-structural (45%) dan relational (30%), yang mana menunjukkan bahwa peserta didik telah memahami beberapa aspek konsep sudut namun belum sepenuhnya mampu menggeneralisasikannya ke dalam konteks yang lebih kompleks. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang sedang dan signifikan antara penggunaan alat peraga jam sebagai media pembelajaran dengan hasil belajar sudut peserta didik SMP.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman, A. (2002). Pendidikan bagi anak berkesulitan belajar. Rineka Cipta.

Arsyad, A. (2017). Media pembelajaran. Raja Grafindo Persada.

Biggs, J. B., & Collis, K. F. (1982). Evaluating the quality of learning: The SOLO taxonomy. Academic Press.

Bruner, J. S. (1966). Toward a theory of instruction. Harvard University Press.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Fitriani, N., & Kurniawati, D. (2022). Efektivitas media konkret terhadap hasil belajar matematika pada materi sudut. Jurnal Cendekia: Pendidikan Matematika, 6(1), 11–20.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ismail, I., Pulukadang, A., & Marshanawiah, M. (2024). Pengembangan media jam sudut dalam pembelajaran geometri. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 7(3), 937–943.

Lorenza, D., Fuadiah, N. F., & Surmilasari, N. (2023). Analisis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal geometri SMP. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 6(1), 54–62.

Piaget, J. (1952). The origins of intelligence in children. International Universities Press.

Pratama, A., & Nurhayati, T. (2020). Pengaruh penggunaan media konkret terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran (JP3), 6(2), 150–158.

Setiawan, A., & Wijaya, Y. (2022). Penerapan taksonomi SOLO dalam pembelajaran matematika. Linear: Jurnal Pendidikan Matematika, 14(1), 95–104.

Sugiyono, S. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukani, H., & Rahmawati, D. (2023). Penggunaan alat peraga jam sudut untuk meningkatkan pemahaman konsep sudut siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 8(2), 123–132.

Sukani, N., Kresnadi, H., & Asran, M. (2023). Pengaruh penggunaan media konkret terhadap hasil belajar matematika siswa. Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran, 13(2), 210–219.

Sutini, S., & Hidayat, R. (2021). Penerapan alat peraga sederhana untuk meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa SMP. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika (JP2M), 5(3), 205–214.

Turner, D. P. (2020). Sampling methods in research design. Headache, 60(1), 8–12. https://doi.org/10.1111/head.13707

Wijaya, Y., Vioreza, R., & Marpaung, S. (2021). Penggunaan media konkret dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika (SEMNARA) (hlm. 579–586).

Wisniewski, S. J., & Brannan, G. D. (2024). Correlation (coefficient, partial, and Spearman rank) and regression analysis. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK606101/

Zahro, L., & Asari, S. (2023). Pengaruh media konkret terhadap hasil belajar matematika pada materi pecahan. Jurnal Cendekia Pendidikan Matematika, 11(1), 75–83.

Zar, J. H. (2005). Spearman rank correlation. Dalam P. Armitage & T. Colton (Eds.), Encyclopedia of biostatistics. https://doi.org/10.1002/0470011815.b2a15150

Downloads

Published

2026-07-02

How to Cite

Cinta, N. O., & Munandar, D. R. (2026). Hubungan Persepsi Penggunaan Alat Peraga Jam dan Hasil Belajar Sudut Peserta Didik SMP Berdasarkan Taksonomi SOLO. Prosiding SESIOMADIKA, 6(4), 1014–1021. Retrieved from https://journal-fkip.unsika.ac.id/index.php/sesiomadika/article/view/13720

Issue

Section

Articles