STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN LITERASI MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH
DOI:
https://doi.org/10.35706/judika.v14i1.13266Abstrak
Literasi merupakan kompetensi dasar yang penting dimiliki peserta didik sebagai fondasi berpikir kritis, memahami informasi, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) serta mengidentifikasi strategi guru dalam pengembangan literasi di MI Al Istiqomah Karawang. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GLS telah berjalan cukup efektif melalui perencanaan program, pembentukan Tim Literasi Sekolah, penyediaan sarana seperti perpustakaan dan pojok baca, serta kegiatan membaca 10–15 menit setiap pagi. Penguatan literasi dilakukan melalui membaca bersama, kunjungan perpustakaan, dan pembiasaan membaca di rumah menggunakan jurnal membaca. Strategi guru mencakup pembiasaan membaca, keteladanan, integrasi literasi dalam semua mata pelajaran, penggunaan media dan bahan bacaan variatif, pendampingan intensif, serta penugasan seperti ringkasan dan laporan bacaan. Evaluasi dilakukan melalui jurnal membaca, observasi minat baca, dan penilaian tugas. Penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua berperan penting membentuk budaya literasi yang berkembang melalui strategi guru variatif, dukungan sarana, dan manajemen program yang terstruktur.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak cipta artikel ini dimiliki oleh JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA). Semua hak dilindungi undang-undang. Tidak ada bagian dari artikel ini yang boleh direproduksi, didistribusikan, atau ditransmisikan dalam bentuk apa pun atau dengan cara apa pun tanpa izin tertulis sebelumnya dari Jurnal JUDIKA, kecuali sebagaimana diizinkan berdasarkan undang-undang hak cipta yang berlaku.



