Potensi Kejahatan pada Siswa SMA Negeri yang Tidak Memiliki Keterampilan Karate di Kecamatan Cikampek
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi remaja mengenai potensi kriminalitas jalanan, menggambarkan faktor pemicu tindakan kejahatan, efikasi pengendalian diri, serta relevansi kepemilikan keterampilan bela diri bagi siswa sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terstruktur terhadap 9 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan sepakat bahwa potensi kejahatan tidak dapat diidentifikasi secara mutlak melalui ciri-ciri fisik luar karena sifat pelaku yang manipulatif, melainkan lebih mudah dikenali dari isyarat dan indikator perilaku yang mencurigakan. Faktor ekonomi, lingkungan pergaulan yang salah, dan siklus balas dendam (korban perundungan menjadi pelaku) diidentifikasi sebagai pemicu utama kriminalitas. Di sisi lain, meskipun seluruh informan (100%) memiliki kontrol diri yang kuat serta mendapatkan proteksi preventif dari keluarga yang intensif, terdapat celah kerentanan fisik yang nyata. Sebagian besar informan saat ini tidak memiliki keterampilan bela diri aktif, meskipun mereka menaruh minat yang sangat tinggi pada Karate dan Pencak Silat. Temuan ini menekankan pentingnya integrasi pelatihan fisik pelindung atau ekstrakurikuler bela diri struktural di sekolah guna melengkapi benteng moral dan pengawasan keluarga yang sudah ada.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


